Jumat, 21 April 2023
Ibuk'ku, Idul fitri, dan Jakarta
Tulisan ini kupersembahkan untuk mengungkapkan rasa kangenku yang dalam kepada ibuk'ku terkasih. Dan sayangku. Karena aku sudah tidak bisa lagi mengekspresikan rasa cinta ini kepada beliau. Ibuk'ku sudah berpulang tahuan 2010 silam.
Dan malam ini adalah malam takbiran yang selalu penuh kenangan bersama beliau tercinta.
Ketika itu tahun 2001, dimana aku menginjakkan kaki di Jakarta untuk bekerja. Waktu itu aku bertekad untuk membahagiakan ibuk'ku terkasih. Ibu yang seumur hidupnya hanya rumah, sekolah karena beliau guru, dan sesekali arisan kerabat/trah. Ibuk'ku tidak terlalu suka bergaul dan bersosialita dengan ibu-ibu komplek.
Dibuka dengan lebaran Desember 2001 dan aku dapat THR. Oh Tuhan..... THR. Dengan semangat aku membelikan ibu ticket dengan Tasaka ke Jakarta. Tasaka guess.... Ticket mahal yang mungkin ibuku sendiri tidak akan mau mengeluarkan uang untuk beli ticket seharga itu....
Awalnya ibuk'ku menolak ke Jakarta. "Ibuk di rumah saja dik..." Aku bujuk sedemikian rupa dan akhirnya ibu bersedia ke Jakarta bersama mbakku.
Aku bahagiakan ibukku dengan kereta, tidur di kostku di percetakan negara, jalan-jalan keliling dari mall ke mall, dan ketemu saudara di Jakarta yang ibu hanya bertemu dengan mereka saat perkawinannya dulu, saat mbah meninggal.....
Mata berbinar melihat Jakarta, melihat megahnya Jakarta, banyaknya mobil, besarnya mall, kuliner dari satu tempat ke tempat lainnya, dan ke Gereja Theresia membuat ibuku bersemangat...... Sesuatu yang juga kulihat saat aku kelar pendadaran S1.
Bahkan ketika naik kereta Tasaka ibuk'ku yang sederhana itu serasa naik kelas. "Kita gak ekonomi lagi ya dik... benar-benar beda ya dik kelas menengah itu" Ya jaman ini Pak Johan belum masuk KAI ibuk.... Jadi ekonomi memang mengerikan sekali.
Setiap lebaran ibu harus ke Jakarta, melawan arus mudik, untuk merasakan anaknya yang sudah bekerja ini.... anaknya yang mulai kontrak di rumah susun lalu rumah di gang brombrek Utan Kayu Selatan.... lalu kemudian beli rumah di The Address....
Ibuk'ku mengenal Jakarta lebih baik bersamaku, Jakarta yang lebih enjoy, Jakarta yang bisa Beliau nikmati dan tidak perlu merepotkan keluarga.
Mengenang Ibukku malam ini membuatku sadar bahwa banyak pekerjaanku dan tanggungjawabku bahkan mimpiku sendiri yang belum terwujud. Yakni rumah.... mengenapi rumah Tarakanita Jogya dan Rumah The Address @Cibubur. Ibu senang dan bersyukur aku punya rumah.... sesuatu yang tidak bisa beliau beli karena banyaknya yang harus dipenuhi oleh beliau. Keluarganya, adik2nya dulu. Dan ketika menikah, Ibuk menggunakan uanganya untuk memenuhi kehidupan anak-anaknya, membantu adiknya, dan keluarga besarnya. Ya rumah bapak rumah ibu juga.... hanya ibu gak ada alokasi uangnya.
Mengenang ibu, aku kadangkala merasa bersalah karena seperti mematikan semangatnya.... aku tidak bisa bagi di sini..... Tapi doakan aku ibuk tersayang... doakan ya. Mari kita merayakan dalam kebahagian ini ibuk'ku...
Selasa, 12 April 2011
"Kuasa yang Meneguhkan" Lagu tentang kesadaran tes HIV/Seks Aman
Kekek dan MT VCT Indoensia bantu terjemaskan dalam bahasa Indonesia: Thanks to nasrun AIDS INA
Selasa, 05 April 2011
Senin, 04 April 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Senin, 07 Maret 2011
1 tahun Ibu
Jesus and We Love You, Mother…..
My Mother....
Like an angel beyond
Compare
When I need you, You are there.
I am so lucky
Blessed as no other
By the special grace
Of you my lovely Mother
Ibu’ku ……
Bagaikan malaikat
tiada tertandingi
Ibu’ku selalu ada
Kala’ku membutuhkan Ibu
Betapa beruntung dan terbekati diriku
Karena Berkat Istimewa
Miliki Ibu tercinta
Doa Seorang Ibu untuk Anak-anaknya
(disarikan dari kekuatan doa Ibu kami Carolina Trismiyati Mardjono setiap pagi dan malam hari untuk kami)
Tuhan Yesus Kristus, kuserahkan (menyebutkan nama...) anak-anakku ke dalam tangan-Mu.
Berilah ruang dalam hati-Mu untuk anak-anakku agar selalu yakin dan percaya kepada-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Lindungilah dan jagalah agar anak-anakku tetap bersatu dengan Engkau sepanjang kehidupan yang diberikan.
Arahkan dan jagalah anak-anakku bila mereka harus kulepaskan untuk meneruskan tujuan hidup dan biarlah anak-anakku dilindungi oleh Engkau Tuhan Yesus Kristus, yang memiliki kekuatan tiada tertandingi.
Aku ibunya menyadari
betapa hebatnya
Engkau dan aku yakin
anak-anakku akan selamat
bersama kasih sayang
yang Engkau berikan.
Gelombang dunia tidak akan membuat anak-anakku mundur dan gentar menghadapinya.
Anak-anakku adalah sosok yang berani dan tangguh menghadapi dunia karena Tuhan Yesus Kristus telah membekalinya. Ajarilah anak-anakku bersyukur atas kesehatan dan rejeki yang mereka terima, bantulah anak-anakku hidup rukun agar kedamaian dan kesejahteraan selalu menyertai mereka. Tuhan Yesus Kristus, dengarkan doa mereka yang merupakan doaku juga. Aku akan terus berdoa agar anak-anakku tetap setia, taat, dan pada waktunya nanti layak kembali ke tahta surgawi bersama Engkau, Tuhan Yesus Kristus. Amin
*) Terimakasih Ibu, atas doa untuk kami bertiga selama ini. Kami beruntung lahir menjadi anak Ibu. We Love you bu... *).
Mencintai haruslah menjadi sesuatu yang wajar bagi kita, sebagaimana kita hidup dan berhapas, hari demi hari sampai saat kematian kita. (Mother Teresa;Anugerah-anugerah Cinta)
My Mother....
Like an angel beyond
Compare
When I need you, You are there.
I am so lucky
Blessed as no other
By the special grace
Of you my lovely Mother
Ibu’ku ……
Bagaikan malaikat
tiada tertandingi
Ibu’ku selalu ada
Kala’ku membutuhkan Ibu
Betapa beruntung dan terbekati diriku
Karena Berkat Istimewa
Miliki Ibu tercinta
Doa Seorang Ibu untuk Anak-anaknya
(disarikan dari kekuatan doa Ibu kami Carolina Trismiyati Mardjono setiap pagi dan malam hari untuk kami)
Tuhan Yesus Kristus, kuserahkan (menyebutkan nama...) anak-anakku ke dalam tangan-Mu.
Berilah ruang dalam hati-Mu untuk anak-anakku agar selalu yakin dan percaya kepada-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Lindungilah dan jagalah agar anak-anakku tetap bersatu dengan Engkau sepanjang kehidupan yang diberikan.
Arahkan dan jagalah anak-anakku bila mereka harus kulepaskan untuk meneruskan tujuan hidup dan biarlah anak-anakku dilindungi oleh Engkau Tuhan Yesus Kristus, yang memiliki kekuatan tiada tertandingi.
Aku ibunya menyadari
betapa hebatnya
Engkau dan aku yakin
anak-anakku akan selamat
bersama kasih sayang
yang Engkau berikan.
Gelombang dunia tidak akan membuat anak-anakku mundur dan gentar menghadapinya.
Anak-anakku adalah sosok yang berani dan tangguh menghadapi dunia karena Tuhan Yesus Kristus telah membekalinya. Ajarilah anak-anakku bersyukur atas kesehatan dan rejeki yang mereka terima, bantulah anak-anakku hidup rukun agar kedamaian dan kesejahteraan selalu menyertai mereka. Tuhan Yesus Kristus, dengarkan doa mereka yang merupakan doaku juga. Aku akan terus berdoa agar anak-anakku tetap setia, taat, dan pada waktunya nanti layak kembali ke tahta surgawi bersama Engkau, Tuhan Yesus Kristus. Amin
*) Terimakasih Ibu, atas doa untuk kami bertiga selama ini. Kami beruntung lahir menjadi anak Ibu. We Love you bu... *).
Mencintai haruslah menjadi sesuatu yang wajar bagi kita, sebagaimana kita hidup dan berhapas, hari demi hari sampai saat kematian kita. (Mother Teresa;Anugerah-anugerah Cinta)
Senin, 17 Januari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
aku benci bonus kartu kredit
Kepada Pengelola Kartu Kredit ...............
Dengan hormat,
Hari selasa tanggal 11 January, saya mendapatkan amplop yang berisi PIN untuk kartu kredit ........(Platinum Credit Card). Amplop berisi PIN itu dikeluarkan atas nama saya Ibu Laurensia Kekek Apriana Dwi Harjanti Perum THIO ADRESS AT CiBUBUR, ........
Saya dengan ini menyatakan KEBERATAN dan meminta Pengelo kartu Kredit .....
MENARIK kembali atau MEMBATALKAN penerbitan kartu kredit atas nama saya.
Pertama : Saya tidak tertarik dengan segala bentuk kartu kredit dan fasilitasnya
Kedua : Saya tidak ditelphon atau diminta keterangan persetujuan oleh .... atas dikeluarkan kartu kredit
Ketiga: ..... telah menggunakan dan menyalahgunakan data saya untuk kepentingan target penerbitan kartu kredit .....
Kempat : Saya tidak setuju dengan cara ..... memaksa seseorang memiliki kartu kredit dengan cara seolah-olah hadiah atau bonus.
Jika ..... tidak menarik semua fasilitas yang diberikan sepihak karena saya tidak pernah bersedia menerima saya akan mengadukan proses ini pada Lembaga Konsumen Indonesia, saya akan masukkan pada surat pembaca di harian nasional ataupun lokal yang beredar di DKI Jakarta dan saya sebarluaskan ke mailing list yang menjadi jaringan saya.
Terimakasih
Kekek Apriana
PENDUKUNG dan ANGGOTA BERDIRINYA HIMPUNAN MASYARAKAT INDONESIA ANTI KARTU KREDIT
Dengan hormat,
Hari selasa tanggal 11 January, saya mendapatkan amplop yang berisi PIN untuk kartu kredit ........(Platinum Credit Card). Amplop berisi PIN itu dikeluarkan atas nama saya Ibu Laurensia Kekek Apriana Dwi Harjanti Perum THIO ADRESS AT CiBUBUR, ........
Saya dengan ini menyatakan KEBERATAN dan meminta Pengelo kartu Kredit .....
MENARIK kembali atau MEMBATALKAN penerbitan kartu kredit atas nama saya.
Pertama : Saya tidak tertarik dengan segala bentuk kartu kredit dan fasilitasnya
Kedua : Saya tidak ditelphon atau diminta keterangan persetujuan oleh .... atas dikeluarkan kartu kredit
Ketiga: ..... telah menggunakan dan menyalahgunakan data saya untuk kepentingan target penerbitan kartu kredit .....
Kempat : Saya tidak setuju dengan cara ..... memaksa seseorang memiliki kartu kredit dengan cara seolah-olah hadiah atau bonus.
Jika ..... tidak menarik semua fasilitas yang diberikan sepihak karena saya tidak pernah bersedia menerima saya akan mengadukan proses ini pada Lembaga Konsumen Indonesia, saya akan masukkan pada surat pembaca di harian nasional ataupun lokal yang beredar di DKI Jakarta dan saya sebarluaskan ke mailing list yang menjadi jaringan saya.
Terimakasih
Kekek Apriana
PENDUKUNG dan ANGGOTA BERDIRINYA HIMPUNAN MASYARAKAT INDONESIA ANTI KARTU KREDIT
Rabu, 29 Desember 2010
pernikahan

Karena Bapak dan Ibu saling mencintaiku, sejarahku tercipta.
pernikahan bagi bapak dan ibu sangatlah luar biasa.....
membesarkan ketiga putrinya dengan kasih sayang.
Keberanian melahirkan kami dan membesarkan kami adalah anugrah hidup bagi kita.
aku bahagia menjadi bagian terpenting bagi hidup Bapak dan Ibu seperti mereka bagian penting dalam hidupku.....
kini kubuka lembar foto yang terpapang sejarah hidup orangtuaku.....dimulai dengan perkawinan mereka hingga kini Tuhan memanggil mereka bersatu.
Pernikahan indah dan penuh cinta. Kalau itu terulang padaku.....biarkan aku memiliki cinta seteguh dan sekuat mereka.....di Hatiku slalu ada cinta yang bakal kupersembahkan buat Tuhan.....melalui Dia yang tercipta untukku
Perkawinan Bapak dan Ibu, Gereja St.Antonius KotaBaru: Yogyakarta 20 Mei 1972
Senin, 13 Desember 2010
Kamis, 25 November 2010
HaLLo CibuBUr, CIkeaS !!
L H Kekek Apriana
Sejak mulai dikembangkan sebagai kawasan perumahan yang sebagai besar dipersembahkan untuk masyarakat menengah dan menengah keatas, wilayah ini mengalami dinamika perubahan yang luar biasa. Wilayah Timur Jakarta ini disulap menjadi tempat penyesuai penduduk lokal pada sistim ekonomi yang masuk dan masyarakat pendatang pada pilihan interaksi sosial serta pematangan infrastruktur 4 wilayah administrasi pemerintahan (Bogor, Depok, Jakarta Timur dan Bekasi).
Tahap-tahap perkembangan sebuah wilayah modern’pun sudah lama terlihat dengan adanya mall di jalan utama, kemudian perkantoran, rumah sakit dengan fasilitas lengkap, pusat kecantikan, anekaria bank, lapangan golf, dan tempat-tempat kuliner dari eropa sampai dengan suguhan makanan khas Kulon progro, dimana Bapak saya dilahirkan, mie kulon progo.
Perhatian utama tulisan ini sebenarnya pada beberapa titik utama atau “hot spot” atau lokalisasi (harus berhati-hati penyebutan istilah ini) yang sudah ada terlebih dahulu, jauh sebelum wilayah Cibubur-Cikeas benar-benar berkembang. Dari pengamatan jalan-jalan saya setiap sabtu pagi dan malam, terdapat lima titik utama (saya memilih nama ini sebagai pengganti nama lokalisasi ) dari sepanjang wilayah exit Cibubur, Cimanggis, Cikeas hingga paling sudut Cilengsi. Lima titik utama yang tersebar ini ada dekat dibalik benteng pemukiman masyarakat pendatang. Ada di empat wilayah administrasi yang tidak jelas batas pertanggungjawabannya atas kualitas penghuni titik utama. tidak terjangkau oleh akses layanan kesehatan untuk mereka, tidak terjangkau program pendidikan masyarakat, dan tidak ada informasi dan penyadaran HIV AIDS kepada mereka. Bagai sebuah kotak yang suatu hari nanti akan meledak ketika intervensi moral, sosial hingga politik memaksa kotak ini mengakui sebagai sumber penyakit sosial masyarakat. Kembali dihadapkan pada sebuah stigma moral yang tidak berpihak kepada mereka.
“ Saya disini sudah lama, sudah lebih dari 16 tahun. Sebelum rumah-rumah itu ada. Ini tempat sudah sembunyi, supaya tidak diusir. Tapi rumah-rumah itu yang malah mendekat, kami jadi lama-lama kelihatan”. Kira-kira begitu curhat seorang bapak penjaga warung remang-remang dengan logo minuman bir ketika saya coba bertanya sejak kapan titik utama ini ada. Lima titik ini terdapat di balik benteng perumahan real estate yang tersebar sepanjang jalan utama transyogi dan sekitarnya. Tidak ada intervensi kesehatan masyarakat yang harusnya ada untuk mereka membuat saya berfikir bahwa keberadaan mereka belum ada yang sungguh-sungguh memperhatikan. Memperhatikan dan mengangkatnya sebagai program intervensi peningkatan kualitas kesehatan dan sosial masyarakat.
Kalau ditanya, sebenarnya siapa yang harus bertanggungjawab. Jawabnya singkat pemerintah setempat. Pemerintah daerah dari tingkat kelurahan sampai dengan kotamadya. Tapi pemerintah yang mana, karena belum rapinya batas pertanggungjawaban komunikasi wilayah disini. Terpapang jelas batas wilayah tetapi tidak jelas batas pemerintah mana yang harus bertanggungjawab.
Pengorganisasian batas pertanggungjawaban program sebagai milik pemerintah sangat erat hubungannya dengan kualitas kinerja program intervensi HIV AIDS. Data wilayah dan geografis, berapa jumlah pekerja seks disetiap titik utama, gambaran umum pekerja seks, dan analisis sosial dapat dilakukan sebagai bahan acuan intervensi program HIV AIDS di wilayah Cibubur dan Cikeas.
Dari observasi singkat dan diskusi saya dengan beberapa orang yang cukup ramah, saya mendapatkan data bahwa sekitar 200 sampai dengan 400 perkiraan jumlah pekerja seks di masing-masing titik utama. Mereka berusia dari 16 tahun hingga 32 tahun. Sumber ini tentu bisa diklarifikasi kembali jika kita memang berencana melakukan intervensi program HIV AIDS yang sinergis di wilayah yang tidak jauh dari kediaman Presiden Republik Indonesia. Seandainya bisa, ”Hallo Bapak Presiden, dapatkan anda memberikan usul tentang intervensi program HIV AIDS untuk pekerja seks diwilayah yang dekat dengan kediaman anda? Intervensi yang berpihak pada kesehatan pekerja seks tentunya pak...”
Apabila semua tahapan intervensi program HIV AIDS akan dilaksanakan di wilayah ini, outreach adalah garda utama program. Menjangkau mereka akan penyadaran HIV AIDS, penggunaan kondom 100% yang sudah disepakati dari tingkat pengguna hingga komitmen infrastruktur di wilayah, serta jejaring layanan kesehatan hingga pemberdayaan sosial. Dari contoh-contoh kegiatan tersebut saya tidak mendapatkan program ini menjadi milik pemerintah. Tidak ada program untuk mereka selain pengentasan yang semuanya bersifat sementara. Garukkan atau Razia, suatu program turun temurun yang basi. Sebagai anak bangsa yang baik saya tetap menghargai usaha pemerintah hanya belum sepenuh pengentasan yang diperlukan. Usaha-usaha dialog program penjangkuan pekerja seks yang selama ini dilakukan oleh LSM, pemuka masyarakat dan pemerintah memang merupakan tanda-tanda yang baik bagi perubahan perspektif pemerintah melihat persoalan warga yang bekerja sebagai pekerja seks. Tapi usaha ini seringkali tidak diimbangi kesadaran pelindung rahasia sesungguhnya yang tidak pernah menampakkan diri sebagai penguasa lokasi untuk berani terlibat memikirkan program intervensi kesehatan wilayah titik utama. Barangkali jika semua pengambil kebijakan bisa berunding untuk kepentingan pekerja seks khususnya dan kepentingan masyarakat luas secara seimbang, program intervensi kepada pekerja seks jauh lebih bijaksana. Sekarang ini terlihat semakin mengurita padahal banyak orang cerdas berdiri dan menyadari situasi ini. Bisa dikatakan berdirinya sebuah titik utama dekat dengan lalu lintas barang dagangan (makanan, minuman, kondom, rokok), perdagangan seks dan pusat dari semua adalah uang. Banyak profesi terlibat disini dari tukang ojek, buruh cucian, calo, pedagang makanan dan minuman, hingga pelindung rahasia yang tidak berani menampakkan diri tersebut hidup dari dunia ini.Kemudian profesi yang vertikal dengan titik utama ini, seperti saya sebagai buruh program, pekerja lapangan atau outreach, koordinator program HIV AIDS nasional, para penyandang dana, media massa, anggota DPR dan semua terkait rasanya sudah bukan jamannya lagi malu-malu mengakui bahwa tanpa dunia pekerja seks kita mungkin tidak berarti.
Pekerja Seks, Jasa yang Tidak Diakui
Pertemuan besar, pertemuan penting, pertemuan koordinasi, pembahasan peraturan, penelitian berbagai pihak dan berbagai proses pendidikan di negara saya tercinta mengajarkan kepada saya bahwa sektor pekerja seks sebenarnya tidak hanya melibatkan seorang pekerja seks saja. Tetapi banyak faktor dan dimensi yang harusnya dijadikan dasar tidak hanya dilihat dari sisi moral. Tentu moral sangat luar biasa hebatnya terkait dengan keselamatan kehidupan (saya sadar betapa berharganya pesan moral itu) namun seringkali tidak seimbang dengan sisi ekonomi, politik, sosial, hukum dan kebutuhan manusia. Bagaikan sebuah bom, issue ini bisa meledak kemudian dijinakkan, lalu damai sebentar, kemudian akan meledak kembali ditempat yang sama atau lainnya lalu dijinakkan, kemudian meledak lagi ditempat lain dan begitu saja.
Ketertarikan pada issue pekerja seks di wilayah Cibubur-Cikeas ini karena saya melihat keberadaan mereka seolah dianggap tidak ada padahal jumlah perempuan muda yang menjadi pekerja seks tidak sedikit, sementara proses pendidikan untuk melindungi tubuhnya, menjaga tubuhnya, dan meningkatkan kualitas hidupnya bagai mimpi saja. Mereka dihadapkan pada ketidakmampuan merdeka atas tekanan lalu lintas perdagangan dan keterpurukan infrastruktur yang harusnya berpihak kepada mereka. Cibubur-Cikeas, adalah kawasan modern dengan penduduk pendatang yang secara ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik memiliki semua itu harus bisa memiliki kehidupan harmoni dengan kehidupan sosial lainnya yang jauh sebelumnya sudah ada, termasuk titik utama. Sekarang ini harus diakui betapa hebatnya Cibubur-Cikeas, pertama karena wilayah ini semakin menampilkan diri sebagai pusat pemukiman penting karena banyak tokoh negara tinggal dikawasan ini dan bahkan keputusan negara lahir dari diaolog di wilayah ini. Kedua secara sosiologis adanya ketidakseimbangan pendidikan antara penduduk lokal dan pendatang yang menambah corak pluralitas penduduk satu wilayah baru. Jadi ini adalah bentuk pelapisan sosial ekonomi yang semakin kompleks. Tetapi harus diakui, bahwa peran pekerja seks dalam meningkatkan ekonomi penduduk sekitar sudah terlihat dengan ramainya aktivitas ataupun profesi lain yang mengambil untung dari situasi ini.
Saya sebagai warga pendatang di kawasan ini selama tiga tahun sekaligus buruh dalam progam HIV AIDS memperkirakan bahwa titik utama pekerja seks di wilayah ini akan menjadi tantangan yang signifikan bagi masyarakat diwilayah ini dan pemerintah khususnya. Jumlah populasi pekerja seks yang tidak sedikit, jumlah laki-laki pengguna pekerja seks dan minimnya investasi yang meyuburkan titik utama ini. Tidak ada aturan tegas untuk laki-laki agar menggunakan kondom setiap kali membeli seks.
Pemerintahan di wilayah ini bukan hanya satu melainkan empat wilayah pemerintahan. Sebut saja Kotamadya Jakarta Timur, Kotamadya Depok, Kabupaten Bogor dan Kotamadya Bekasi. Terlintas dalam pikiran saya, ada penghargaan Adipura bagi pemerintahan yang berhasil mengelola infrastruktur terkait dengan struktural intervensi bagi penanganan program kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi di titik utama komunitas pekerja seks.
Sejak mulai dikembangkan sebagai kawasan perumahan yang sebagai besar dipersembahkan untuk masyarakat menengah dan menengah keatas, wilayah ini mengalami dinamika perubahan yang luar biasa. Wilayah Timur Jakarta ini disulap menjadi tempat penyesuai penduduk lokal pada sistim ekonomi yang masuk dan masyarakat pendatang pada pilihan interaksi sosial serta pematangan infrastruktur 4 wilayah administrasi pemerintahan (Bogor, Depok, Jakarta Timur dan Bekasi).
Tahap-tahap perkembangan sebuah wilayah modern’pun sudah lama terlihat dengan adanya mall di jalan utama, kemudian perkantoran, rumah sakit dengan fasilitas lengkap, pusat kecantikan, anekaria bank, lapangan golf, dan tempat-tempat kuliner dari eropa sampai dengan suguhan makanan khas Kulon progro, dimana Bapak saya dilahirkan, mie kulon progo.
Perhatian utama tulisan ini sebenarnya pada beberapa titik utama atau “hot spot” atau lokalisasi (harus berhati-hati penyebutan istilah ini) yang sudah ada terlebih dahulu, jauh sebelum wilayah Cibubur-Cikeas benar-benar berkembang. Dari pengamatan jalan-jalan saya setiap sabtu pagi dan malam, terdapat lima titik utama (saya memilih nama ini sebagai pengganti nama lokalisasi ) dari sepanjang wilayah exit Cibubur, Cimanggis, Cikeas hingga paling sudut Cilengsi. Lima titik utama yang tersebar ini ada dekat dibalik benteng pemukiman masyarakat pendatang. Ada di empat wilayah administrasi yang tidak jelas batas pertanggungjawabannya atas kualitas penghuni titik utama. tidak terjangkau oleh akses layanan kesehatan untuk mereka, tidak terjangkau program pendidikan masyarakat, dan tidak ada informasi dan penyadaran HIV AIDS kepada mereka. Bagai sebuah kotak yang suatu hari nanti akan meledak ketika intervensi moral, sosial hingga politik memaksa kotak ini mengakui sebagai sumber penyakit sosial masyarakat. Kembali dihadapkan pada sebuah stigma moral yang tidak berpihak kepada mereka.
“ Saya disini sudah lama, sudah lebih dari 16 tahun. Sebelum rumah-rumah itu ada. Ini tempat sudah sembunyi, supaya tidak diusir. Tapi rumah-rumah itu yang malah mendekat, kami jadi lama-lama kelihatan”. Kira-kira begitu curhat seorang bapak penjaga warung remang-remang dengan logo minuman bir ketika saya coba bertanya sejak kapan titik utama ini ada. Lima titik ini terdapat di balik benteng perumahan real estate yang tersebar sepanjang jalan utama transyogi dan sekitarnya. Tidak ada intervensi kesehatan masyarakat yang harusnya ada untuk mereka membuat saya berfikir bahwa keberadaan mereka belum ada yang sungguh-sungguh memperhatikan. Memperhatikan dan mengangkatnya sebagai program intervensi peningkatan kualitas kesehatan dan sosial masyarakat.
Kalau ditanya, sebenarnya siapa yang harus bertanggungjawab. Jawabnya singkat pemerintah setempat. Pemerintah daerah dari tingkat kelurahan sampai dengan kotamadya. Tapi pemerintah yang mana, karena belum rapinya batas pertanggungjawaban komunikasi wilayah disini. Terpapang jelas batas wilayah tetapi tidak jelas batas pemerintah mana yang harus bertanggungjawab.
Pengorganisasian batas pertanggungjawaban program sebagai milik pemerintah sangat erat hubungannya dengan kualitas kinerja program intervensi HIV AIDS. Data wilayah dan geografis, berapa jumlah pekerja seks disetiap titik utama, gambaran umum pekerja seks, dan analisis sosial dapat dilakukan sebagai bahan acuan intervensi program HIV AIDS di wilayah Cibubur dan Cikeas.
Dari observasi singkat dan diskusi saya dengan beberapa orang yang cukup ramah, saya mendapatkan data bahwa sekitar 200 sampai dengan 400 perkiraan jumlah pekerja seks di masing-masing titik utama. Mereka berusia dari 16 tahun hingga 32 tahun. Sumber ini tentu bisa diklarifikasi kembali jika kita memang berencana melakukan intervensi program HIV AIDS yang sinergis di wilayah yang tidak jauh dari kediaman Presiden Republik Indonesia. Seandainya bisa, ”Hallo Bapak Presiden, dapatkan anda memberikan usul tentang intervensi program HIV AIDS untuk pekerja seks diwilayah yang dekat dengan kediaman anda? Intervensi yang berpihak pada kesehatan pekerja seks tentunya pak...”
Apabila semua tahapan intervensi program HIV AIDS akan dilaksanakan di wilayah ini, outreach adalah garda utama program. Menjangkau mereka akan penyadaran HIV AIDS, penggunaan kondom 100% yang sudah disepakati dari tingkat pengguna hingga komitmen infrastruktur di wilayah, serta jejaring layanan kesehatan hingga pemberdayaan sosial. Dari contoh-contoh kegiatan tersebut saya tidak mendapatkan program ini menjadi milik pemerintah. Tidak ada program untuk mereka selain pengentasan yang semuanya bersifat sementara. Garukkan atau Razia, suatu program turun temurun yang basi. Sebagai anak bangsa yang baik saya tetap menghargai usaha pemerintah hanya belum sepenuh pengentasan yang diperlukan. Usaha-usaha dialog program penjangkuan pekerja seks yang selama ini dilakukan oleh LSM, pemuka masyarakat dan pemerintah memang merupakan tanda-tanda yang baik bagi perubahan perspektif pemerintah melihat persoalan warga yang bekerja sebagai pekerja seks. Tapi usaha ini seringkali tidak diimbangi kesadaran pelindung rahasia sesungguhnya yang tidak pernah menampakkan diri sebagai penguasa lokasi untuk berani terlibat memikirkan program intervensi kesehatan wilayah titik utama. Barangkali jika semua pengambil kebijakan bisa berunding untuk kepentingan pekerja seks khususnya dan kepentingan masyarakat luas secara seimbang, program intervensi kepada pekerja seks jauh lebih bijaksana. Sekarang ini terlihat semakin mengurita padahal banyak orang cerdas berdiri dan menyadari situasi ini. Bisa dikatakan berdirinya sebuah titik utama dekat dengan lalu lintas barang dagangan (makanan, minuman, kondom, rokok), perdagangan seks dan pusat dari semua adalah uang. Banyak profesi terlibat disini dari tukang ojek, buruh cucian, calo, pedagang makanan dan minuman, hingga pelindung rahasia yang tidak berani menampakkan diri tersebut hidup dari dunia ini.Kemudian profesi yang vertikal dengan titik utama ini, seperti saya sebagai buruh program, pekerja lapangan atau outreach, koordinator program HIV AIDS nasional, para penyandang dana, media massa, anggota DPR dan semua terkait rasanya sudah bukan jamannya lagi malu-malu mengakui bahwa tanpa dunia pekerja seks kita mungkin tidak berarti.
Pekerja Seks, Jasa yang Tidak Diakui
Pertemuan besar, pertemuan penting, pertemuan koordinasi, pembahasan peraturan, penelitian berbagai pihak dan berbagai proses pendidikan di negara saya tercinta mengajarkan kepada saya bahwa sektor pekerja seks sebenarnya tidak hanya melibatkan seorang pekerja seks saja. Tetapi banyak faktor dan dimensi yang harusnya dijadikan dasar tidak hanya dilihat dari sisi moral. Tentu moral sangat luar biasa hebatnya terkait dengan keselamatan kehidupan (saya sadar betapa berharganya pesan moral itu) namun seringkali tidak seimbang dengan sisi ekonomi, politik, sosial, hukum dan kebutuhan manusia. Bagaikan sebuah bom, issue ini bisa meledak kemudian dijinakkan, lalu damai sebentar, kemudian akan meledak kembali ditempat yang sama atau lainnya lalu dijinakkan, kemudian meledak lagi ditempat lain dan begitu saja.
Ketertarikan pada issue pekerja seks di wilayah Cibubur-Cikeas ini karena saya melihat keberadaan mereka seolah dianggap tidak ada padahal jumlah perempuan muda yang menjadi pekerja seks tidak sedikit, sementara proses pendidikan untuk melindungi tubuhnya, menjaga tubuhnya, dan meningkatkan kualitas hidupnya bagai mimpi saja. Mereka dihadapkan pada ketidakmampuan merdeka atas tekanan lalu lintas perdagangan dan keterpurukan infrastruktur yang harusnya berpihak kepada mereka. Cibubur-Cikeas, adalah kawasan modern dengan penduduk pendatang yang secara ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik memiliki semua itu harus bisa memiliki kehidupan harmoni dengan kehidupan sosial lainnya yang jauh sebelumnya sudah ada, termasuk titik utama. Sekarang ini harus diakui betapa hebatnya Cibubur-Cikeas, pertama karena wilayah ini semakin menampilkan diri sebagai pusat pemukiman penting karena banyak tokoh negara tinggal dikawasan ini dan bahkan keputusan negara lahir dari diaolog di wilayah ini. Kedua secara sosiologis adanya ketidakseimbangan pendidikan antara penduduk lokal dan pendatang yang menambah corak pluralitas penduduk satu wilayah baru. Jadi ini adalah bentuk pelapisan sosial ekonomi yang semakin kompleks. Tetapi harus diakui, bahwa peran pekerja seks dalam meningkatkan ekonomi penduduk sekitar sudah terlihat dengan ramainya aktivitas ataupun profesi lain yang mengambil untung dari situasi ini.
Saya sebagai warga pendatang di kawasan ini selama tiga tahun sekaligus buruh dalam progam HIV AIDS memperkirakan bahwa titik utama pekerja seks di wilayah ini akan menjadi tantangan yang signifikan bagi masyarakat diwilayah ini dan pemerintah khususnya. Jumlah populasi pekerja seks yang tidak sedikit, jumlah laki-laki pengguna pekerja seks dan minimnya investasi yang meyuburkan titik utama ini. Tidak ada aturan tegas untuk laki-laki agar menggunakan kondom setiap kali membeli seks.
Pemerintahan di wilayah ini bukan hanya satu melainkan empat wilayah pemerintahan. Sebut saja Kotamadya Jakarta Timur, Kotamadya Depok, Kabupaten Bogor dan Kotamadya Bekasi. Terlintas dalam pikiran saya, ada penghargaan Adipura bagi pemerintahan yang berhasil mengelola infrastruktur terkait dengan struktural intervensi bagi penanganan program kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi di titik utama komunitas pekerja seks.
Selasa, 23 November 2010
Selasa, 07 September 2010
Rabu, 02 Desember 2009
Minggu, 08 November 2009
Pesona 1000 jendela…hanya 16 tahun lalu….
by Kekek Apriana
Kampus itu dulu dijuluki “kampus 1000 jendela”….. dengan gaya klasik, bercat hijau dan bersahaja.
Hari itu, Agustus tahun 1993 menjadi sejarah pertama kampus menjadi universitas. Perkuliahan diawali dengan kewajiban mengikuti tiga ritual kampus, dua diantaranya kuikuti dengan tepat waktu yaitu; ospek dan P4.
Sedangkan Misa Kampus, tidak aku ikuti karena pilihan bebas.
Apa yang kuingat ya ….. ketika ospek aku jadi mascot dan ketika P4 aku geli karena negaraku terlalu banyak punya filosofi.
Hari-hari yang kusuka dari P4 adalah berkenalan dengan banyak teman beda fakultas. Hingga hari ini aku bisa menyebut lima orang yang berinteraksi baik dan masih kuingat hingga sekarang, sisanya tidak. Dan dua dari lima itu kutemukan di FB
***************************
Tentang dia dan hati kecil berkata
Satu kelas dengan’mu selama 7 hari p4….baru kutahu November 2009.
Akui saja kamu ingat, pantas kamu tahu aku dan terlihat keki ketika aku katakan padamu bahwa aku baru tahu namamu akhir 2008.
dimulai dari parkiran Belakang Kapel ……Semester I, Tingkat I, suatu pagi.........September 1993, 06.48 WIB
Chiitt.....kuparkirkan motorku tepat menghadap ke arah selatan. Kulihat ada mahluk manis berdiri di dekat pohon rindang salah satu pohon koleksi kampus. Entah kenapa aku sulit beranjak dari motor dan memilih menikmati sosok yang asyik membaca buku. Teettt...........sialan bel bunyi dan membuyarkan kosentrasiku. Duh, jam 07.00 tepat. Bergegasku rapikan rambutku dan beranjak dari motor astraku. Hem....dimana anak itu, sudah tidak ada lagi.
Punya teman seperti Estu, sangat menyenangkan. Seperti sekarang, Dia duduk disampingku dan memaparkan pergaulan dunia kampus. Estu memang ramah dan gaul. Kurasa hampir 50% penghuni kampus estu kenal dengan baik, terrmasuk dia.
Keana, kata estu. "Itu yang namanya ……. dan ceweknya! Aku menoleh dan senyum. Aku lupa estu sebut nama atau tidak. Yang jelas aku tidak tahu nama dua orang yang kujuluki kloset dan flash karena seringnya mereka berdua kemana-mana. Tidak ada yang penting dari dia, selain menikmati wajahnya yang manis diantara pepohonan yang rindang di kampus 1000 jendela, menyusuri setapak di lapangan bola kampus dan cara dia membaca lembar kertas yang dia bawa.
Aula kampus siang itu rame sekali dan aku berdiri disamping telp umum menunggu teman selesai dengan lawan bicaranya. Sosok manis itu lewat dan lebih dekat, kali ini tidak jauh hingga aku bisa melihat matanya yang tajam untuk pertama kalinya. Sebagai seorang penikmat, tiba-tiba hati kecilku bicara “ suatu hari nanti, entah kapan, aku pasti bisa memilikimu ”. Selesai hati kecilku berucap, tiba-tiba kamu menoleh kearahku dan glek aku tetap menatapnya dengan misteri. Apakah dia “meng”aminkan” juga?? Hahahha…….GR!! maybe not or maybe yes…..
Hei, kenapa hati kecilku tiba-tiba bersuara untuk dia? Kenapa tidak berlaku untuk lelaki lain di kampus 1000 jendela ini? Kenapa harus dia? Dan kenapa aku ingat? Hati kecil yang aneh….
1995 - 1998
Dunia kampus bukan salah satu tempatku bergaul. Selain karena jurusanku bukan jurusan yang cukup populer dikampus dan aku tidak terlalu pandai bergaul. Aku lebih menyukai dunia LSM dan sejak tahun 1995 keatas tidak pernah lagi aku datang ke kampus kecuali kuliah. Itu’pun banyak terlambat dan benar2 memanfaatkan waktu 30% kehadiran. Kurasa aku adalah mahasiswi favorit para dosen untuk ketidaktertiban.
Dunia konseling hotline, radio, media, ceramah, outreach dan diskusi berbagai issue di LSM jauh lebih seksi ketimbang duduk di kelas.
Tak pernah kujumpa dia atau mendengar khabarnya lagi. Terakhir kudengar fakultasnya pindah ke paingan. Hanya estu yang sepertinya mengikuti perkembangannya, termasuk bahwa dia sudah wisuda dengan angka sempurna. Aku sendiri tidak bergairah untuk tahu dia, entahlah saat itu tidak penting buatku!!! Gerakan mahasiswa demo jauh lebih seru daripada lulus ditahun itu!!
2008 - 2009
Hari itu, Agustus tahun 1993 menjadi sejarah pertama kampus menjadi universitas. Perkuliahan diawali dengan kewajiban mengikuti tiga ritual kampus, dua diantaranya kuikuti dengan tepat waktu yaitu; ospek dan P4.
Sedangkan Misa Kampus, tidak aku ikuti karena pilihan bebas.
Apa yang kuingat ya ….. ketika ospek aku jadi mascot dan ketika P4 aku geli karena negaraku terlalu banyak punya filosofi.
Hari-hari yang kusuka dari P4 adalah berkenalan dengan banyak teman beda fakultas. Hingga hari ini aku bisa menyebut lima orang yang berinteraksi baik dan masih kuingat hingga sekarang, sisanya tidak. Dan dua dari lima itu kutemukan di FB
***************************
Tentang dia dan hati kecil berkata
Satu kelas dengan’mu selama 7 hari p4….baru kutahu November 2009.
Akui saja kamu ingat, pantas kamu tahu aku dan terlihat keki ketika aku katakan padamu bahwa aku baru tahu namamu akhir 2008.
dimulai dari parkiran Belakang Kapel ……Semester I, Tingkat I, suatu pagi.........September 1993, 06.48 WIB
Chiitt.....kuparkirkan motorku tepat menghadap ke arah selatan. Kulihat ada mahluk manis berdiri di dekat pohon rindang salah satu pohon koleksi kampus. Entah kenapa aku sulit beranjak dari motor dan memilih menikmati sosok yang asyik membaca buku. Teettt...........sialan bel bunyi dan membuyarkan kosentrasiku. Duh, jam 07.00 tepat. Bergegasku rapikan rambutku dan beranjak dari motor astraku. Hem....dimana anak itu, sudah tidak ada lagi.
Punya teman seperti Estu, sangat menyenangkan. Seperti sekarang, Dia duduk disampingku dan memaparkan pergaulan dunia kampus. Estu memang ramah dan gaul. Kurasa hampir 50% penghuni kampus estu kenal dengan baik, terrmasuk dia.
Keana, kata estu. "Itu yang namanya ……. dan ceweknya! Aku menoleh dan senyum. Aku lupa estu sebut nama atau tidak. Yang jelas aku tidak tahu nama dua orang yang kujuluki kloset dan flash karena seringnya mereka berdua kemana-mana. Tidak ada yang penting dari dia, selain menikmati wajahnya yang manis diantara pepohonan yang rindang di kampus 1000 jendela, menyusuri setapak di lapangan bola kampus dan cara dia membaca lembar kertas yang dia bawa.
Aula kampus siang itu rame sekali dan aku berdiri disamping telp umum menunggu teman selesai dengan lawan bicaranya. Sosok manis itu lewat dan lebih dekat, kali ini tidak jauh hingga aku bisa melihat matanya yang tajam untuk pertama kalinya. Sebagai seorang penikmat, tiba-tiba hati kecilku bicara “ suatu hari nanti, entah kapan, aku pasti bisa memilikimu ”. Selesai hati kecilku berucap, tiba-tiba kamu menoleh kearahku dan glek aku tetap menatapnya dengan misteri. Apakah dia “meng”aminkan” juga?? Hahahha…….GR!! maybe not or maybe yes…..
Hei, kenapa hati kecilku tiba-tiba bersuara untuk dia? Kenapa tidak berlaku untuk lelaki lain di kampus 1000 jendela ini? Kenapa harus dia? Dan kenapa aku ingat? Hati kecil yang aneh….
1995 - 1998
Dunia kampus bukan salah satu tempatku bergaul. Selain karena jurusanku bukan jurusan yang cukup populer dikampus dan aku tidak terlalu pandai bergaul. Aku lebih menyukai dunia LSM dan sejak tahun 1995 keatas tidak pernah lagi aku datang ke kampus kecuali kuliah. Itu’pun banyak terlambat dan benar2 memanfaatkan waktu 30% kehadiran. Kurasa aku adalah mahasiswi favorit para dosen untuk ketidaktertiban.
Dunia konseling hotline, radio, media, ceramah, outreach dan diskusi berbagai issue di LSM jauh lebih seksi ketimbang duduk di kelas.
Tak pernah kujumpa dia atau mendengar khabarnya lagi. Terakhir kudengar fakultasnya pindah ke paingan. Hanya estu yang sepertinya mengikuti perkembangannya, termasuk bahwa dia sudah wisuda dengan angka sempurna. Aku sendiri tidak bergairah untuk tahu dia, entahlah saat itu tidak penting buatku!!! Gerakan mahasiswa demo jauh lebih seru daripada lulus ditahun itu!!
2008 - 2009
Khabar tentang dia kembali kudengar akhir 2008, dari my best brother and my best sister! Hem akhirnya aku tahu namanya (Marben) dan khabar bahwa marben sudah tidak dengan flash or klosetnya! Ajang perkenalan antara Marben dan seorang perempuan yang berujung pada pertemanan membuka peluang untukku. Marben yang angkuh dan sombong karena kecerdasan dan wajahnya!
Hati kecilku tahun 1993 bangkit bicara “ suatu hari nanti, entah kapan, aku pasti bisa memilikimu ” duh kenapa mengangguku? Aku sedang ada cowok sekarang, walaupun dia Kristen tapi dia tidak keberatan pindah katolik pada saatnya nanti!!
Setiap ada waktu, aku selalu berdoa. Doa yang aneh, Tuhan buat dia gabung di face book. Kira-kira Tuhan tahu FB? Entahlah yang jelas, cuma dari dunia maya aku bisa menangkapnya. Group kampusku yang tidak pernah kusentuh akhirnya kusentuh dengan melakukan add kebeberapa teman kampus dulu. Tentu anak kampus yang memudahkan menangkapnya. January belum, February belum dan aku berdoa lagi dengan minta kado ultah bertemen dengannya sebelum aku berulangtahun di bulan April 2009. Heran kenapa aku jadi rajin berdoa?
Kenapa keAna?
Hati kecilku tahun 1993 bangkit bicara “ suatu hari nanti, entah kapan, aku pasti bisa memilikimu ” duh kenapa mengangguku? Aku sedang ada cowok sekarang, walaupun dia Kristen tapi dia tidak keberatan pindah katolik pada saatnya nanti!!
Setiap ada waktu, aku selalu berdoa. Doa yang aneh, Tuhan buat dia gabung di face book. Kira-kira Tuhan tahu FB? Entahlah yang jelas, cuma dari dunia maya aku bisa menangkapnya. Group kampusku yang tidak pernah kusentuh akhirnya kusentuh dengan melakukan add kebeberapa teman kampus dulu. Tentu anak kampus yang memudahkan menangkapnya. January belum, February belum dan aku berdoa lagi dengan minta kado ultah bertemen dengannya sebelum aku berulangtahun di bulan April 2009. Heran kenapa aku jadi rajin berdoa?
Kenapa keAna?
Mungkin karena syarat administrasi dia lolos!! Katolik, Jawa, pernah di Jogya, lebih tua dan kerja. Kalo cinta….ah bisa diatur!
Bisa ditebak, komunikasi dengan Pacarku mulai menyebalkan. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa menyebalkan?? Yang jelas aku pengen putus!! Dan kita putus di Agustus 2009!! Maaf ya, tidak bisa polyandri!!
Pulau samosir, April 2009 adalah tempat dimana akhirnya aku menemukan dia sudah bergabung di FB tiga hari lalu. Aku girang sekali karena berarti akan jadi kado Ulangtahun diakhir april 2009 ini.
Aku mencoba mencuri lihat teman-temannya, siapa tahu ada anak kampus yang bisa ku’add sehingga muncul di mutualnya. Sayang tidak satu’pun anak kampus 1000 jendela yang jadi temannya dalam satu minggu. Aku mulai bertanya, ada apa dengan dia? Kenapa dia miskin teman alumninya?
Ketika tugas di Semarang, aku beranikan diri add dia. Adikku sepupu mendorongku untuk melakukannya. Jumat aku add dan minggu sore dia jadi temanku!! Tepat 1 minggu sebelum ultahku. Tidak ada komunikasi, sapaan atau apapun. Bahkan di hari ultahkupun tidak kuperoleh dari dia. Rada aneh memang, disaat semua bilang “happy birthday keana…”
Bukan KeanA kalo tidak …..
Keberanianku muncul kalau terpaksa. Aku seperti berpacu dengan waktu dan kesibukanku ketika melihat profilnya sangat datar. Keherananku bertambah ketika kulihat dia sama sekali miskin teman yang menurutku jumlah alumninya lebih banyak daripada jurusanku.
21 Juny aku beranikan email dia, meminta nomer hpnya dan dia menyanggupinya. Sejak itu komunikasi berubah, walaupun proaktif tentu dari aku. Dia….oh! Beda sekali dari promosi orang2 disekitarku.
Aku mematikan semua pertanyaan-pertanyaan kritisku seperti, tentang bagaimana cowok pendekatan ke cewek. Semua dimulai dari aku. Tapi sungguh itu melelahkan….tapi andrenalinku sudah bicara…..perlu diledakkan
July gagal ketemu karena jadwal tugasku padat, Agustus apalagi, dan September juga. Kami berkomunikasi hanya sms karena aku sayang membuang pulsa untuk hubungan yang belum jelas.
Pertemuan singkat terjadi dan hanya 5 menit. Tidak menyenangkan tapi lumayan bisa melihat mata tahun 1993 itu. Ya kurasa hanya matanya yang paling indah. Dasar perempuan, pertemuan yang sebenarnya tidak tralu okey’pun aku terima!!
Pertemuan pertama terjadi singkat hanya 5 menit! Dan paginya dia batal datang!!
Senin Malam, Ejakulasi saja
Bisa ditebak, komunikasi dengan Pacarku mulai menyebalkan. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa menyebalkan?? Yang jelas aku pengen putus!! Dan kita putus di Agustus 2009!! Maaf ya, tidak bisa polyandri!!
Pulau samosir, April 2009 adalah tempat dimana akhirnya aku menemukan dia sudah bergabung di FB tiga hari lalu. Aku girang sekali karena berarti akan jadi kado Ulangtahun diakhir april 2009 ini.
Aku mencoba mencuri lihat teman-temannya, siapa tahu ada anak kampus yang bisa ku’add sehingga muncul di mutualnya. Sayang tidak satu’pun anak kampus 1000 jendela yang jadi temannya dalam satu minggu. Aku mulai bertanya, ada apa dengan dia? Kenapa dia miskin teman alumninya?
Ketika tugas di Semarang, aku beranikan diri add dia. Adikku sepupu mendorongku untuk melakukannya. Jumat aku add dan minggu sore dia jadi temanku!! Tepat 1 minggu sebelum ultahku. Tidak ada komunikasi, sapaan atau apapun. Bahkan di hari ultahkupun tidak kuperoleh dari dia. Rada aneh memang, disaat semua bilang “happy birthday keana…”
Bukan KeanA kalo tidak …..
Keberanianku muncul kalau terpaksa. Aku seperti berpacu dengan waktu dan kesibukanku ketika melihat profilnya sangat datar. Keherananku bertambah ketika kulihat dia sama sekali miskin teman yang menurutku jumlah alumninya lebih banyak daripada jurusanku.
21 Juny aku beranikan email dia, meminta nomer hpnya dan dia menyanggupinya. Sejak itu komunikasi berubah, walaupun proaktif tentu dari aku. Dia….oh! Beda sekali dari promosi orang2 disekitarku.
Aku mematikan semua pertanyaan-pertanyaan kritisku seperti, tentang bagaimana cowok pendekatan ke cewek. Semua dimulai dari aku. Tapi sungguh itu melelahkan….tapi andrenalinku sudah bicara…..perlu diledakkan
July gagal ketemu karena jadwal tugasku padat, Agustus apalagi, dan September juga. Kami berkomunikasi hanya sms karena aku sayang membuang pulsa untuk hubungan yang belum jelas.
Pertemuan singkat terjadi dan hanya 5 menit. Tidak menyenangkan tapi lumayan bisa melihat mata tahun 1993 itu. Ya kurasa hanya matanya yang paling indah. Dasar perempuan, pertemuan yang sebenarnya tidak tralu okey’pun aku terima!!
Pertemuan pertama terjadi singkat hanya 5 menit! Dan paginya dia batal datang!!
Senin Malam, Ejakulasi saja
Aku berjalan bersamanya menuju ruangku. Sambil berjalan kujelaskan beberapa ruang lingkup kerjaku.
“Ini alat peraga kalau kampanye ” Marben menatap dan seolah paham dunia kerjaku.
“Marben, ini benda yang aku ingin berikan padamu. Satu dari Jepang dan satu dari singapura”
“Ini alat peraga kalau kampanye ” Marben menatap dan seolah paham dunia kerjaku.
“Marben, ini benda yang aku ingin berikan padamu. Satu dari Jepang dan satu dari singapura”
Marben memegang dan bilang terimakasih sambil bertanya apa yang kulakukan di Jepang.
“Ayo antarkan aku ke kost!”
“Bagaimana kalau kita makan dulu?”
Aku menelan ludah. “Diet! Dan kost’ku tidak terima cowok. Hanya rumahku di cibubur bisa terima cowok!”
Kemudian sekuat tenaga kamu menjawab, “bagaimana kalau aku menghantarkanmu ke cibubur dan besok pagi-pagi kita kembali ke Jakarta?”
Aku heran tapi menjawab, okey kalau gitu!
Malam itu, pesona kampus 1000 jendela hadir, lelaki muda berjalan diantara pepohonan yang rindang dan mata indah 16 tahun yang lalu yang pernah kunikmati. Hari itu, sesuatu yang hanya terucap di hati kecilku seolah akan segera bersayap.
“Bagaimana kalau kita makan dulu?”
Aku menelan ludah. “Diet! Dan kost’ku tidak terima cowok. Hanya rumahku di cibubur bisa terima cowok!”
Kemudian sekuat tenaga kamu menjawab, “bagaimana kalau aku menghantarkanmu ke cibubur dan besok pagi-pagi kita kembali ke Jakarta?”
Aku heran tapi menjawab, okey kalau gitu!
Malam itu, pesona kampus 1000 jendela hadir, lelaki muda berjalan diantara pepohonan yang rindang dan mata indah 16 tahun yang lalu yang pernah kunikmati. Hari itu, sesuatu yang hanya terucap di hati kecilku seolah akan segera bersayap.
“kita keluarkan kasur besar ini diruang tamu. Biasanya yang menginap selalu tidur dengan ini?”
“aku diluar saja keana dengan sofa” bisikmu pelan.
“Kalo gitu aku di sofa juga atau kita keluarkan kasur”
“aku diluar saja keana dengan sofa” bisikmu pelan.
“Kalo gitu aku di sofa juga atau kita keluarkan kasur”
Dia tidak mengangguk lalu aku berkata lagi, “okey kita tidur satu kamar, kasur bawah ini, bisa ditarik.”
Sempat kulirik wajahmu. Aku tidak memahami maksud gerakkan tubuhnya. Tapi gerakkan dan bahasa tubuhnya marben tidak pernah kulupakan.Resahnya dan gelisahnya, membuatku terganggu.
Dari gatal dan gerah. Kucoba untuk memahami apa keinginannya sampai kemudian tanpa pikir panjang aku berkata,
“Well, kamu boleh peluk aku tapi tanpa aku lepas celana pendekku, tanpa penetrasi dan oral seks”
Pesona kampus 1000 jendela berubah menjadi gelora 1000 gairah.
Bertahun-tahun, bermil-mil inikah yang kuharapkan dari hati kecilku.
“Well, kamu boleh peluk aku tapi tanpa aku lepas celana pendekku, tanpa penetrasi dan oral seks”
Pesona kampus 1000 jendela berubah menjadi gelora 1000 gairah.
Bertahun-tahun, bermil-mil inikah yang kuharapkan dari hati kecilku.
Memilikimu semalam?
Kita sama-sama sudah dewasa, tapi apakah kita sama satu persepsi dalam gairah ini?
Atau memang begitu’lah kamu.
Kita sama-sama sudah dewasa, tapi apakah kita sama satu persepsi dalam gairah ini?
Atau memang begitu’lah kamu.
Entah…..aku nikmati kamu malam ini.
Bukan lagi jarak jauh diantara 1000 jendela, pohon-pohon rindang dan setapak lapangan bolah. Kunikmati kamu di tempat tidurku dan daerah kekuasaanku.
Tidak ada cinta hanya gairah.
“Aku mencoba menikmati seluruh tubuhmu. Bibirmu, dadamu, putting payudaramu, perutmu hingga akhirnya bagian terpenting dari gairah seksual”
pelan kudengar suaramu, “keana, ayo sentuh”“Aku sentuh lambang kelaki-lakian dengan sungguh”
Untuk pertamakalinya aku menyentuh penis dalam waktu lama dan membantunya menemukan dirinya malam ini.
Tidak ada cinta hanya gairah.
“Aku mencoba menikmati seluruh tubuhmu. Bibirmu, dadamu, putting payudaramu, perutmu hingga akhirnya bagian terpenting dari gairah seksual”
pelan kudengar suaramu, “keana, ayo sentuh”“Aku sentuh lambang kelaki-lakian dengan sungguh”
Untuk pertamakalinya aku menyentuh penis dalam waktu lama dan membantunya menemukan dirinya malam ini.
Pertama kalinya aku melakukannya……tidak pernah dengan lelaki lain dan aku belajar!
“Keana, nyalakan lampu, biar kamu tahu.” Aku menyalakan lampuTerpaku dan kupandang sangat lama sambil jemariku membuatnya lebih menemukan dirinya.“dua paha yang bersih dan lambang itu sangat serasi diantaranya.
“Keana, nyalakan lampu, biar kamu tahu.” Aku menyalakan lampuTerpaku dan kupandang sangat lama sambil jemariku membuatnya lebih menemukan dirinya.“dua paha yang bersih dan lambang itu sangat serasi diantaranya.
Hem…. ”“ Keana, saatnya ini, aku harus ke kamar mandi…..ini akan keluar”
Sesaat aku terpesona, itukah ejakulasi….betapa hebatnya peristiwa tadi. Hebat sekali.
Kupandang jemariku, aku sudah bisa membuat ejakulasi seperti yang sebagian besar teman-teman perempuanku bercerita dibangku kuliah, dibangku lsm dan dulu-dulu pacar pertamaku selalu ejakulasi dikamar mandi sambil berjuang sendiri setelah kita ciuman.
“Marben, terimakasih ya. Akhirnya aku bisa lihat ejakulasi”
Marben tersenyum dan berkata “ Aku dikerjain kamu keana…..”
Aku menggeleng tidak…..aku tidak ngerjain kamu. Aku sungguh melakukan ini tadi. Kalau aku tidak mau penetrasi, karena aku hanya mau penetrasi dengan dia yang akan jadi ayah buat anak-anakku.
Pagi hari pukul empat, berkabut kita menuju Jakarta dan didalam perjalanan aku juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Satu episode dengan memilikinya dalam satu malam.
Pesona kampus 1000 jendela, pohon-pohon rindang dan sejuk serta jalanan setapak menuju kampus utama…..16 tahun lalu….. berakhir di cibubur.
Ya, kusadari hanya satu episode……..
Marben, sebenarnya aku berharap kamu’lah yang terakhir untukku.
Kupandang jemariku, aku sudah bisa membuat ejakulasi seperti yang sebagian besar teman-teman perempuanku bercerita dibangku kuliah, dibangku lsm dan dulu-dulu pacar pertamaku selalu ejakulasi dikamar mandi sambil berjuang sendiri setelah kita ciuman.
“Marben, terimakasih ya. Akhirnya aku bisa lihat ejakulasi”
Marben tersenyum dan berkata “ Aku dikerjain kamu keana…..”
Aku menggeleng tidak…..aku tidak ngerjain kamu. Aku sungguh melakukan ini tadi. Kalau aku tidak mau penetrasi, karena aku hanya mau penetrasi dengan dia yang akan jadi ayah buat anak-anakku.
Pagi hari pukul empat, berkabut kita menuju Jakarta dan didalam perjalanan aku juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Satu episode dengan memilikinya dalam satu malam.
Pesona kampus 1000 jendela, pohon-pohon rindang dan sejuk serta jalanan setapak menuju kampus utama…..16 tahun lalu….. berakhir di cibubur.
Ya, kusadari hanya satu episode……..
Marben, sebenarnya aku berharap kamu’lah yang terakhir untukku.
Bukan memilikimu hanya satu episode tapi episode yang Sejati.
Bolehkah aku menawar Tuhan…….?
menjadi episode yang Sejati. Aku dan kamu bisa belajar mencintai.
Biarkan aku menikmati pesona kampus 1000 jendela dengan lelaki bermata indah itu berjalan diantara pepohonan yang rindang dan jalan setapak dilapangan bola…….16 tahun lalu…..
Bolehkah aku menawar Tuhan…….?
menjadi episode yang Sejati. Aku dan kamu bisa belajar mencintai.
Biarkan aku menikmati pesona kampus 1000 jendela dengan lelaki bermata indah itu berjalan diantara pepohonan yang rindang dan jalan setapak dilapangan bola…….16 tahun lalu…..
Langganan:
Postingan (Atom)
